Cara Menghitung Bunga Pinjaman: Panduan Lengkap & Contohnya

cara menghitung bunga pinjaman

Bagaimana cara menghitung bunga pinjaman? Disini kami akan infokan pada Anda mengenai panduan lengkap beserta contohnya.

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini supaya bisa makin bermanfaat bagi yang lainnya.

Bunga pinjaman adalah biaya tambahan yang harus dibayar oleh peminjam atas pinjaman yang diterima dari pemberi pinjaman.

Besarnya bunga pinjaman ditentukan oleh suku bunga yang disepakati antara peminjam dan pemberi pinjaman.

Menghitung bunga pinjaman merupakan suatu hal yang sangat penting bagi peminjam, karena akan mempengaruhi jumlah cicilan yang harus dibayarkan selama masa pinjaman berlangsung.

Artikel GBMF ini akan memberikan panduan lengkap tentang cara menghitung bunga pinjaman, serta contoh perhitungannya.

Faktor Utama Dalam Menghitung Bunga Pinjaman

Ada dua faktor utama yang harus diperhatikan dalam menghitung bunga pinjaman, yaitu suku bunga dan jumlah pinjaman.

Suku bunga adalah persentase yang ditetapkan oleh pemberi pinjaman sebagai imbalan atas penggunaan uang tersebut.

Sementara itu, jumlah pinjaman adalah jumlah uang yang dipinjam oleh peminjam dari pemberi pinjaman.

Rumus sederhana untuk menghitung bunga pinjaman adalah sebagai berikut:

Bunga Pinjaman = Jumlah Pinjaman x Suku Bunga x Lama Pinjaman

Lama pinjaman merupakan jangka waktu pinjaman dalam tahun. Misalnya, jika peminjam meminjam uang sebesar Rp 10 juta dengan suku bunga 10% per tahun selama 2 tahun, maka bunga pinjaman yang harus dibayar adalah sebagai berikut:

Bunga Pinjaman = Rp 10 juta x 10% x 2 = Rp 2 juta

Dari perhitungan di atas, dapat dilihat bahwa peminjam harus membayar bunga sebesar Rp 2 juta selama dua tahun.

Namun, rumus di atas hanya berlaku jika sistem pembayaran bunga adalah flat. Sistem pembayaran bunga flat adalah sistem pembayaran bunga yang jumlahnya tetap selama masa pinjaman berlangsung.

Sistem ini biasanya digunakan pada pinjaman dengan jumlah yang kecil dan jangka waktu yang pendek.

Sistem pembayaran bunga yang lebih umum digunakan adalah sistem anuitas. Sistem anuitas adalah sistem pembayaran bunga yang jumlahnya tetap setiap bulan, dengan pembayaran pokok yang semakin berkurang setiap bulan.

Pembayaran anuitas terdiri dari pembayaran bunga dan pembayaran pokok. Pembayaran bunga dihitung dari sisa pinjaman yang belum dibayarkan, sedangkan pembayaran pokok dihitung dari jumlah pinjaman yang masih harus dibayarkan.

Rumus untuk menghitung pembayaran anuitas adalah sebagai berikut:

Pembayaran Anuitas = (Jumlah Pinjaman x Suku Bunga) / (1 – (1 + Suku Bunga) ^ -Lama Pinjaman)

Misalnya, peminjam meminjam uang sebesar Rp 10 juta dengan suku bunga 10% per tahun selama 2 tahun dari contoh sebelumnya:

Dari rumus di atas, pembayaran anuitas untuk pinjaman tersebut adalah sebagai berikut:

Pembayaran Anuitas = (Rp 10 juta x 10%) / (1 – (1 + 10%) ^ -2) = Rp 5,650,723 per bulan

Dari perhitungan di atas, dapat dilihat bahwa peminjam harus membayar Rp 5,650,723 setiap bulan selama dua tahun.

Jumlah tersebut terdiri dari pembayaran bunga dan pembayaran pokok. Pembayaran bunga pada bulan pertama adalah:

Bunga Pinjaman = Sisa Pinjaman x Suku Bunga Bunga Pinjaman = Rp 10 juta x 10% / 12 bulan Bunga Pinjaman = Rp 83,333

Sisa pinjaman pada bulan pertama adalah sama dengan jumlah pinjaman, yaitu Rp 10 juta. Oleh karena itu, pembayaran pokok pada bulan pertama adalah:

Pembayaran Pokok = Pembayaran Anuitas – Bunga Pinjaman Pembayaran Pokok = Rp 5,650,723 – Rp 83,333 Pembayaran Pokok = Rp 5,567,390

Sisa pinjaman pada bulan kedua dapat dihitung dengan mengurangi pembayaran pokok pada bulan pertama dari jumlah pinjaman:

Sisa Pinjaman Bulan Kedua = Jumlah Pinjaman – Pembayaran Pokok Bulan Pertama Sisa Pinjaman Bulan Kedua = Rp 10 juta – Rp 5,567,390 Sisa Pinjaman Bulan Kedua = Rp 4,432,610

Pembayaran bunga dan pembayaran pokok pada bulan kedua dapat dihitung dengan cara yang sama seperti pada bulan pertama.

Jenis-jenis Sistem Perhitungan Bunga Pinjaman

Selain sistem pembayaran bunga flat dan sistem anuitas, ada beberapa jenis sistem perhitungan bunga pinjaman lainnya yang dapat digunakan, antara lain:

Sistem Pembayaran Bunga Mengambang

Sistem pembayaran bunga mengambang adalah sistem pembayaran bunga yang suku bunganya dapat berubah-ubah selama masa pinjaman berlangsung.

Suku bunga pada sistem ini biasanya mengikuti suku bunga pasar atau suku bunga acuan yang ditetapkan oleh bank sentral.

Sistem ini sering digunakan pada pinjaman dengan jangka waktu yang panjang, seperti pinjaman rumah atau pinjaman kendaraan.

Sistem Pembayaran Bunga Efektif

Sistem pembayaran bunga efektif adalah sistem pembayaran bunga di mana bunga dihitung berdasarkan saldo sisa pinjaman setiap bulan.

Jumlah bunga yang harus dibayar pada bulan berikutnya akan berkurang jika peminjam membayar lebih dari yang seharusnya.

Sistem ini sering digunakan pada pinjaman dengan jumlah yang besar dan jangka waktu yang panjang.

Sistem Pembayaran Bunga Majemuk

Sistem pembayaran bunga majemuk adalah sistem pembayaran bunga di mana bunga dihitung berdasarkan saldo sisa pinjaman pada akhir periode tertentu, biasanya satu tahun.

Setelah satu tahun berlalu, bunga yang sudah terhitung akan ditambahkan ke jumlah pinjaman yang masih belum terbayar, sehingga jumlah bunga yang harus dibayar pada periode berikutnya akan semakin besar.

Sistem ini sering digunakan pada pinjaman dengan jangka waktu yang panjang, seperti pinjaman rumah atau pinjaman kendaraan.

Cara Menghitung Bunga Pinjaman Menggunakan Sistem Pembayaran Bunga Mengambang

Sistem pembayaran bunga mengambang sering digunakan pada pinjaman dengan jangka waktu yang panjang, seperti pinjaman rumah atau pinjaman kendaraan.

Sistem ini memungkinkan peminjam untuk mendapatkan suku bunga yang lebih rendah daripada sistem pembayaran bunga flat atau sistem anuitas.

Namun, karena suku bunga dapat berubah-ubah selama masa pinjaman, peminjam harus memperhatikan perkembangan suku bunga pasar agar dapat mengambil keputusan yang tepat terkait pembayaran pinjamannya.

Berikut adalah contoh perhitungan bunga pinjaman menggunakan sistem pembayaran bunga mengambang:

Seorang peminjam mengajukan pinjaman sebesar Rp 100 juta dengan jangka waktu 5 tahun dan suku bunga awal 8% per tahun.

Suku bunga pada pinjaman tersebut dapat berubah-ubah setiap tahun tergantung pada perkembangan suku bunga pasar. Pada tahun ke-2, suku bunga naik menjadi 9% per tahun.

Untuk menghitung pembayaran anuitas pada sistem pembayaran bunga mengambang, peminjam perlu mengetahui suku bunga yang berlaku pada setiap periode pembayaran.

Berikut adalah tabel suku bunga yang berlaku pada pinjaman tersebut:

TahunSuku Bunga
18%
29%
39%
49%
59%

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa suku bunga pada tahun ke-2 hingga tahun ke-5 adalah 9% per tahun.

Selanjutnya, peminjam dapat menggunakan rumus berikut untuk menghitung pembayaran anuitas:

Pembayaran Anuitas = (Pokok Pinjaman x Suku Bunga Efektif) / (1 – (1 + Suku Bunga Efektif) ^ -Jangka Waktu)

Untuk menghitung suku bunga efektif, peminjam dapat menggunakan rumus berikut:

Suku Bunga Efektif = ((1 + Suku Bunga Periode) ^ 12 / Jumlah Periode dalam Setahun) – 1

Untuk pinjaman di atas, suku bunga efektif pada tahun pertama adalah:

Suku Bunga Efektif Tahun Pertama = ((1 + 8%) ^ 12 / 12) – 1 = 8,30% per tahun

Suku bunga efektif pada tahun ke-2 hingga tahun ke-5 adalah:

Suku Bunga Efektif Tahun Kedua – Kelima = ((1 + 9%) ^ 12 / 12) – 1 = 9,38% per tahun

Dengan menggunakan rumus di atas, pembayaran anuitas untuk pinjaman tersebut adalah sebagai berikut:

Pembayaran Anuitas Tahun Pertama = (Rp 100 juta x 8,30%) / (1 – (1 + 8,30%) ^ -(5 x 12)) = Rp 2.259.588 per bulan

Pembayaran Anuitas Tahun Kedua – Kelima = (Rp 100 juta x 9,38%) / (1 – (1 + 9,38%) ^ -(4 x 12)) = Rp 2.438.583 per bulan

Jumlah pembayaran anuitas untuk seluruh periode pinjaman adalah sebagai berikut:

Jumlah Pembayaran Anuitas = (Rp 2.259.588 x 12 x 1) + (Rp 2.438.583 x 12 x 4) = Rp 140.790.564

Jumlah bunga yang harus dibayar selama periode pinjaman adalah sebagai berikut:

Jumlah Bunga = Jumlah Pembayaran Anuitas – Pokok Pinjaman = Rp 140.790.564 – Rp 100 juta = Rp 40.790.564

Cara Menghitung Bunga Pinjaman pada Kredit Mikro

Kredit mikro adalah pinjaman kecil yang diberikan kepada individu atau usaha kecil dan menengah untuk memenuhi kebutuhan modal usaha atau kebutuhan lainnya.

Kredit mikro biasanya memiliki jangka waktu yang pendek, antara 3 bulan hingga 2 tahun, dan suku bunga yang relatif tinggi karena risiko yang diambil oleh pemberi pinjaman.

Berikut adalah contoh perhitungan bunga pinjaman pada kredit mikro:

Seorang peminjam mengajukan kredit mikro sebesar Rp 5 juta dengan jangka waktu 12 bulan dan suku bunga 3% per bulan.

Sistem pembayaran pada kredit mikro biasanya menggunakan sistem pembayaran bunga flat, di mana bunga yang harus dibayar pada setiap periode pembayaran adalah tetap.

Untuk menghitung bunga yang harus dibayar pada setiap periode pembayaran, peminjam dapat menggunakan rumus berikut:

Bunga = Pokok Pinjaman x Suku Bunga x Jangka Waktu (dalam bulan)

Dengan menggunakan rumus di atas, bunga yang harus dibayar pada setiap periode pembayaran adalah sebagai berikut:

Bunga = Rp 5 juta x 3% x 1 = Rp 150.000 per bulan

Jumlah bunga yang harus dibayar selama periode pinjaman adalah sebagai berikut:

Jumlah Bunga = Bunga x Jangka Waktu (dalam bulan) = Rp 150.000 x 12 = Rp 1.800.000

Jumlah pembayaran keseluruhan yang harus dibayar oleh peminjam selama periode pinjaman adalah sebagai berikut:

Jumlah Pembayaran Keseluruhan = Pokok Pinjaman + Jumlah Bunga = Rp 5 juta + Rp 1.800.000 = Rp 6.800.000

Cara Menghitung Bunga Pinjaman pada Kartu Kredit

Kartu kredit adalah alat pembayaran yang sangat populer di Indonesia. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan pembelian atau pengeluaran dengan cara mengajukan pinjaman kepada bank atau penerbit kartu kredit.

Pinjaman tersebut harus dibayar kembali dengan bunga dan biaya transaksi yang dikenakan oleh bank atau penerbit kartu kredit.

Sistem pembayaran bunga pada kartu kredit biasanya menggunakan sistem pembayaran bunga mengambang atau bunga berdasarkan suku bunga acuan (floating interest rate).

Suku bunga acuan pada kartu kredit biasanya mengikuti suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) atau BI 7 Days Repo Rate.

Berikut adalah contoh perhitungan bunga pinjaman pada kartu kredit:

Seorang pemegang kartu kredit melakukan transaksi pembelian dengan kartu kredit sebesar Rp 5 juta pada tanggal 1 Januari 2023.

Suku bunga acuan kartu kredit tersebut pada saat itu adalah 8% per tahun. Pada tanggal 1 Februari 2023, pemegang kartu kredit tersebut belum melakukan pembayaran dan saldo kartu kredit menjadi Rp 5,050,000.

Untuk menghitung bunga yang harus dibayar pada bulan Februari, pemegang kartu kredit dapat menggunakan rumus berikut:

Bunga = Saldo Kartu Kredit x Suku Bunga Acuan x Jumlah Hari dalam Bulan / Jumlah Hari dalam Tahun

Dengan menggunakan rumus di atas, bunga yang harus dibayar pada bulan Februari adalah sebagai berikut:

Bunga = Rp 5.050.000 x 8% x 28 / 365 = Rp 326.301

Jumlah pembayaran minimum yang harus dibayar oleh pemegang kartu kredit pada bulan Februari biasanya adalah sekitar 10% dari saldo kartu kredit atau sekitar Rp 505.000 (10% x Rp 5.050.000).

Jumlah pembayaran minimum ini biasanya tidak termasuk bunga dan biaya transaksi lainnya.

Jika pemegang kartu kredit hanya membayar jumlah minimum, maka sisa saldo kartu kredit pada bulan Maret akan menjadi lebih besar karena adanya bunga yang harus dibayar.

Bunga yang harus dibayar pada bulan Maret dapat dihitung dengan rumus yang sama seperti contoh di atas.

Kesimpulan

Menghitung bunga pinjaman adalah hal yang penting untuk dipahami oleh setiap orang yang akan mengambil pinjaman.

Dalam perhitungan bunga pinjaman, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, seperti jumlah pinjaman, suku bunga, jangka waktu pinjaman, dan sistem pembayaran bunga.

Beberapa contoh perhitungan bunga pinjaman yang telah dijelaskan di atas, antara lain perhitungan bunga pinjaman dengan sistem flat, perhitungan bunga pinjaman dengan sistem anuitas, perhitungan bunga pinjaman pada kredit mikro, dan perhitungan bunga pinjaman pada kartu kredit.

Dalam mengambil pinjaman, pastikan untuk memahami dengan baik perjanjian pinjaman yang disepakati dan jangan ragu untuk menanyakan kepada pemberi pinjaman jika ada hal yang kurang jelas.

Selalu perhatikan juga kemampuan untuk membayar kembali pinjaman dan jangan mengambil pinjaman yang tidak diperlukan.

Agar Anda tidak pusing memikirkan bunga yang tinggi ketika ingin ajukan pinjaman uang, lebih baik pilih layanan dana tunai dengan Jaminan BPKB Mobil sebab memberikan bunga yang jauh lebih ringan dibandingkan pinjol dan KTA.

Untuk ajukan gadai BPKB atau sertifikat, Anda bisa hubungi tim dari Gadaibpkbmobil.finance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *