Pentingnya Manajemen Keuangan Bagi Bisnis dan Diri Sendiri

pentingnya manajemen keuangan

Pentingnya manajemen keuangan itu bukan hanya bagi bisnis saja tetapi juga harus diterapkan pada kehidupan pribadi supaya semuanya seimbang.

Disini kami akan membahas mengenai keduanya secara singkat, padat dan jelas agar mudah dicerna oleh para pembaca blog GBMF ini.

Kita mulai dari pentingnya manajemen keuangan bagi perusahaan. Kita semua sudah tahu bahwa tujuan utama dari pendirian perusahaan atau bisnis adalah mencari keuntungan atau profit.

Agar mencapai tujuan tersebut pasti membutuhkan yang namanya uang atau modal usaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti pemasaran, produksi atau pengeluaran lainnya.

Apalagi jika kita bicara mengenai uang besar, tentu harus adanya pengelolaan yang ketat dan mumpuni supaya seluruh sumber daya tersebut bisa digunakan secara efektif serta efisien.

3 aktivitas utamanya yaitu:

  1. Mencari dana.
  2. Menggunakan dana.
  3. Mengelola aktiva atau kekayaan.

Tiga aktivitas tersebut bertujuan untuk:

  • Memaksimalkan keuntungan perusahaan dengan cara mengatur setiap pengeluaran agar bisa membuahkan hasil positif.
  • Menjaga arus kas agar tidak terjadi pemborosan.
  • Membuat perencanaan dan pelaporan bagi manajemen yang berfungsi sebagai alat pengambil keputusan perusahaan.
  • Mencari sumber dana dari pinjaman atau kredit.

Inti dari semua hal tersebut adalah pengelolaan yang baik serta harus ditunjang dengan pengawasan ketat dari manajer keuangan.

Pentingnya Manajemen Keuangan Bagi Diri Sendiri

manfaat mempelajari manajemen keuangan

Disini kami lebih memperbanyak pembahasan pada pentingnya manajamen keuangan bagi diri kita sendiri.

Mengapa?

Karena teori yang membahas tentang manajemen keuangan perusahaan atau bisnis sudah terlalu banyak, bahkan sejak SMA kita sudah mempelajarinya.

Alasan lainnya adalah karena banyak sekali orang yang berprofesi sebagai manajer keuangan di perusahaannya tetapi malah tidak cerdas dalam mengelola keuangan pribadinya.

Itu terbukti dari banyaknya pengajuan pinjaman dana yang angsurannya “batuk-batuk” setiap bulan dari nasabah yang bekerja atau memiliki background finansial.

Itu membuktikan bahwa kita kurang mempedulikan diri sendiri padahal itu sangat penting agar terhindar dari kesulitan apapun nantinya.

Kesulitan seperti apa?

Misalnya saat ini sedang terjadi krisis akibat wabah yang memberikan dampak luar biasa ke semua sektor.

Akibatnya terjadi PHK massal dimana-mana, banyak bisnis gulung tikar, bahkan perusahaan besar sekalipun hampir mengalami kebangkrutan.

Jika itu dialami oleh diri Anda, apa jadinya jika tidak memiliki dana darurat di tabungan?

Mungkin perlu Anda sadari bahwa dampak dari tidak fokus pada manajemen keuangan pribadi lebih berbahaya dari krisis yang menimpa.

Mengapa? Sebab itu menentukan ketahanan finansial Anda di saat masa krisis.

Banyak yang stres berat akibat tidak memiliki uang cash di rekeningnya, tetapi banyak juga orang yang tidak memusingkan hal tersebut karena Ia memiliki dana cadangan untuk mengantisipasi jika hal buruk terjadi.

Selanjutnya kita mulai dari hal atau cara apa yang musti dilakukan agar keuangan Anda bisa selalu stabil di setiap kondisi.

Fokus Pada Investasi, Bukan Tabungan

konsep dan peran penting financial management

Banyak orang yang alergi pada hal yang berbau investasi karena beralasan pasti itu membutuhkan dana besar. Padahal itu tidaklah tepat.

Sekarang banyak sekali instrumen investasi yang dapat Anda manfaatkan dengan modal kecil seperti reksadana, surat berharga negara / SBN, saham dan p2p yang nantinya itu semua akan menjadi pondasi bagi pentingnya manajemen keuangan pribadi.

Bagaimana dengan properti?

Kami tidak terlalu menyarankannya.

Mengapa?

Karena kita fokus pada liquid asset yang jika ada hal tidak diharapkan, itu bisa dicairkan dengan mudah, misalnya ketika krisis akibat wabah ini terjadi.

Properti memang bagus untuk jangka panjang, namun sulit dicairkan sebab sifatnya tidak likuid. Kami akan berikan contoh, saat kondisi krisis ini menimpa kita, banyak orang yang ramai jual properti.

Tapi apa yang terjadi? Tidak ada yang laku terjual, sebab orang lain pun sedang tidak punya uang dan mereka hanya fokus pada kepemilikan uang tunai untuk bertahan hidup.

Bagaimana dengan uang hasil sewa atau rental income?

Ternyata banyak juga para penyewa yang tak sanggup bayar sewa lagi dan pada akhirnya menunggak. Itu dikarenakan sudah tak memiliki penghasilan lagi akibat efek PHK atau bangkrutnya bisnis.

Lalu pertanyaannya darimana bisa dapat uang walau punya banyak properti tapi mengalami dua hal diatas?

Sulit kan? Itulah mengapa liquid asset adalah “raja” di segala kondisi.

Baiklah selanjutnya kami akan memberikan Anda saran cukup baik dan realistis mengenai instrumen keuangan apa yang harus dipilih bahkan dengan dana sedikit.

Lakukan Ini Secara Rutin dan Disiplin

perencanaan finansial bagi diri sendiri

Pertama kami ingatkan pada Anda jangan mudah terpengaruh oleh tawaran investasi yang memberikan return tidak masuk akal.

Wajarnya bunga atau imbal balik dari hasil investasi di instrumen keuangan adalah sekitar 5%- 10% pertahunnya.

Sekarang sebelum kita masuk pada investasi apa yang harus dipilih, Anda saat ini harus sudah mulai membiasakan diri untuk menerapkan metode 50 40 10.

Apa artinya?

Yaitu ketika uang hasil dari gaji atau bisnis sudah masuk ke rekening, harus langsung Anda alokasikan dengan proporsi sebagai berikut:

  • 50 persen langsung di investasikan ke berbagai portofolio yang Anda anggap terbaik.
  • 40 persen untuk membiayai pengeluaran wajib seperti angsuran mobil, rumah, bayar tagihan listrik, air, biaya hidup keluarga dan beberapa pengeluaran wajib lainnya.
  • 10 persen gunakan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumtif Anda seperti beli baju baru, dll.

Kami sangat yakin bahwa selama ini Anda pasti melakukan hal yang sebaliknya ya, yaitu 50 persen untuk foya-foya dan 10 persen baru ditabung, itupun kalau ada sisanya.

Apabila terus menerapkan hal yang salah tersebut, bersiaplah jika ada krisis yang terjadi lagi, Anda akan stres karena tidak memiliki dana cadangan.

Tidak ingin hal itu terjadi? Baiklah, saatnya fungsi dan pentingnya manajemen keuangan mengambil alih semuanya.

Instrumen Keuangan yang Harus Anda Pilih

sasaran dan kebijakan perencanaan finansial

Disini kami menyarankan agar memilih jenis investasi yang paling aman. Memang return-nya sangat rendah, tapi resikonya juga rendah (low risk, low return).

Deposito

Kelebihan dari produk ini adalah di sifatnya yang aman namun ada kekurangannya yaitu perlu saldo minimum untuk di investasikan, misalnya 10 juta dan pajak bunganya yang terlalu tinggi yaitu 20%.

Tenor yang bisa dipilih mulai dari 1 hingga 12 bulan. Saran dari kami pilihlah bank yang memberikan bunga tertinggi, biasanya bank besar seperti BCA, Mandiri atau BRI justru memberikan bunga kecil di kisaran 3 – 4 persen saja.

Pilihlah bank kelas menengah seperti BTPN, Danamon atau lainnya yang mampu memberikan rate di kisaran 5 – 6 persen.

Surat Berharga Negara (SBN)

Ini merupakan satu-satunya jenis investasi yang anti rugi atau zero risk sebab diselenggarakan langsung oleh pemerintah, jadi walau ada krisis apapun, uang Anda dipastikan aman.

Namun satu kekurangannya ialah lebih baik dana dicairkan setelah masa jatuh tempo saja atau biasanya sekitar 2 tahun kedepan setelah Anda melakukan placement.

Dari segi pajak bunga lebih rendah dibandingkan deposito yaitu hanya 15% saja namun bunga bisa lebih tinggi (biasanya diatas 6% pertahun).

Instrumen ini ada 3 jenis yaitu ORI, SBR dan SUKUK. Semuanya bisa Anda coba dengan dana minimal hanya 1 juta saja.

Imbal hasil nantinya berupa coupon / kupon yang akan dibayarkan tiap awal bulan.

Reksadana

Investasi jenis ini dapat dimulai dengan uang mulai ratusan ribu saja. RD ada beberapa macam, namun disini kami sarankan untuk memilih jenis reksadana pasar uang sebab minim resiko serta imbal hasil yang bisa diatas deposito.

Emas

Tidak ada salahnya kita menempatkan emas sebagai salah satu alat untuk mengamankan aset keuangan di saat krisis.

Karena selain mudah dijual, harganya pun cenderung naik walau sedikit dan bisa digadaikan apabila butuh uang mendadak.

Kesimpulan dari Pentingnya Manajemen Keuangan

pentingnya manfaat sistem manajemen keuangan

Baik perusahaan maupun diri sendiri harus mementingkan rencana finansial yang baik agar semua dapat berjalan lancar.

Apabila tidak dikelola dengan baik, maka itu bisa menjadi bumerang bagi bisnis Anda. Pilihlah pengelola yang tepat apabila Anda saat ini di posisi sebagai pemilik bisnis.

Namun Anda juga harus memfokuskan pada kondisi keuangan pribadi sebab di saat krisis melanda, perusahaan tempat Anda bekerja mungkin akan melakukan PHK.

Jika hal itu tiba, dana di rekening tabungan serta instrumen keuangan yang Anda miliki lah yang mampu menyelamatkan dari kondisi terburuk.

Demikianlah pembahasan dari kami, semoga bisa memberikan wawasan baru yang bisa dipertimbangkan kedepannya. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *