Pentingnya Mengelola Biaya Diskresioner untuk Efisiensi Bisnis

Biaya Diskresioner

Pengertian

Biaya diskresioner adalah biaya yang dapat dikendalikan atau diatur oleh manajemen perusahaan.

Biaya ini dapat bervariasi sesuai dengan keputusan manajemen mengenai penggunaan sumber daya atau alokasi anggaran yang diberikan pada departemen atau proyek tertentu.

Biaya diskresioner dapat termasuk dalam berbagai jenis biaya seperti biaya produksi, biaya pemasaran, biaya administratif, atau biaya lainnya tergantung pada jenis bisnis dan strategi perusahaan.

Manajemen dapat mengendalikannya dengan berbagai cara seperti melakukan penghematan anggaran, meningkatkan efisiensi operasi, atau melakukan outsourcing.

Pengendalian tersebut dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan keuangan dan strategis yang telah ditetapkan.

Jenis-jenis Biaya Diskresioner

Biaya ini dibagi menjadi dua jenis yaitu biaya diskresioner tetap dan biaya diskresioner variabel.

  1. Biaya Diskresioner Tetap

Merupakan biaya yang tetap dalam jangka waktu tertentu meskipun terjadi perubahan dalam jumlah produksi atau penjualan.

Biaya ini biasanya terkait dengan pengeluaran untuk tenaga kerja atau peralatan tetap seperti mesin atau peralatan kantor.

Biaya ini dapat dikendalikan oleh manajemen dengan melakukan penghematan anggaran atau mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia.

Contohnya adalah gaji karyawan atau biaya sewa gedung. Biaya ini dapat ditekan dengan melakukan pengurangan jumlah karyawan atau melakukan negosiasi dengan pihak yang menyewakan gedung untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

  1. Biaya Diskresioner Variabel

Merupakan biaya yang berubah seiring dengan perubahan dalam jumlah produksi atau penjualan.

Biaya ini biasanya terkait dengan bahan baku atau biaya produksi. Biaya ini dapat dikendalikan oleh manajemen dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya atau melakukan outsourcing.

Contohnya adalah biaya produksi atau biaya pemasaran. Biaya produksi dapat dikendalikan dengan melakukan negosiasi dengan pemasok bahan baku atau menggunakan bahan baku yang lebih murah.

Sedangkan biaya pemasaran dapat dikendalikan dengan melakukan penghematan anggaran atau mengoptimalkan strategi pemasaran yang efektif.

Penggunaan Biaya Diskresioner

Ini bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam mencapai tujuan keuangan dan strategis. Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaannya:

  1. Investasi dalam Penelitian dan Pengembangan

Perusahaan dapat menggunakan untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk atau layanan baru yang dapat meningkatkan keunggulan kompetitif.

Investasi dalam penelitian dan pengembangan dapat membantu perusahaan dalam menciptakan produk yang lebih inovatif dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang lebih baik.

Hal ini dapat meningkatkan pangsa pasar dan keuntungan perusahaan jangka panjang.

  1. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Perusahaan dapat menggunakannya untuk memberikan pelatihan dan pengembangan karyawan.

Karyawan yang terlatih dan berkualitas dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan.

Selain itu, pelatihan dan pengembangan karyawan juga dapat membantu mempertahankan karyawan yang kompeten dan berdedikasi.

  1. Pengembangan Infrastruktur dan Teknologi

Perusahaan dapat menggunakan untuk mengembangkan infrastruktur dan teknologi yang lebih baik.

Hal ini dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya produksi.

Selain itu, infrastruktur dan teknologi yang lebih baik juga dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan.

  1. Peningkatan Kualitas Layanan Pelanggan

Perusahaan bisa meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Layanan yang baik dapat membantu mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan menarik pelanggan baru. Hal ini dapat meningkatkan pangsa pasar dan keuntungan perusahaan jangka panjang.

  1. Pemasaran dan Promosi

Perusahaan bisa meningkatkan pemasaran dan promosi produk atau layanan. Pemasaran dan promosi yang efektif dapat membantu menarik pelanggan baru dan meningkatkan kesadaran merek. Hal ini dapat meningkatkan pangsa pasar dan keuntungan perusahaan jangka panjang.

Manfaat Pengendalian Biaya Diskresioner

Hal ini bisa memberikan manfaat bagi perusahaan dalam mencapai tujuan keuangan dan strategis. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:

  1. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Dengan mengurangi biaya produksi dan pengeluaran yang tidak perlu, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas.

  1. Meningkatkan Profitabilitas

Dapat membantu meningkatkan profitabilitas perusahaan. Dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi biaya produksi, perusahaan dapat meningkatkan laba bersih.

  1. Meningkatkan Keunggulan Kompetitif

Dapat membantu meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan. Dengan mengembangkan produk yang lebih inovatif dan memberikan layanan yang lebih baik, perusahaan dapat memenangkan persaingan dengan pesaingnya.

  1. Mengurangi Risiko Keuangan

Bisa membantu mengurangi risiko keuangan perusahaan. Dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi biaya produksi, perusahaan dapat mempertahankan likuiditas yang sehat dan mengurangi risiko kebangkrutan.

  1. Meningkatkan Citra Perusahaan

Bisa membantu meningkatkan citra perusahaan. Dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi biaya produksi, perusahaan dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Hal ini bermanfaat untuk membangun citra perusahaan yang baik di mata masyarakat dan konsumen.

Cara Mengendalikan Biaya Diskresioner

Setelah mengetahui manfaat dari pengendalian biaya diskresioner, selanjutnya perusahaan harus mempertimbangkan cara-cara untuk mengendalikannya.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan:

  1. Mengembangkan Rencana Anggaran yang Baik

Pengembangan rencana anggaran yang baik dapat membantu perusahaan mengendalikan biaya ini dengan lebih efektif.

Rencana anggaran harus memperhitungkan semua biaya yang mungkin dikeluarkan oleh perusahaan dan harus dibuat dengan mempertimbangkan tujuan keuangan dan strategis perusahaan.

  1. Memantau Biaya secara Teratur

Perusahaan harus memantau biaya secara teratur untuk memastikan bahwa pengeluaran tidak melebihi anggaran yang telah ditentukan.

Dengan memantau biaya secara teratur, perusahaan dapat mengidentifikasi sumber-sumber biaya yang tidak perlu dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengurangi biaya tersebut.

  1. Menerapkan Sistem Pengendalian Internal yang Baik

Perusahaan harus menerapkan sistem pengendalian internal yang baik untuk memastikan bahwa seluruh biaya tidak digunakan secara tidak sah atau tidak etis.

Sistem pengendalian internal dapat meliputi prosedur-prosedur yang memeriksa penggunaannya, seperti pemeriksaan dokumen dan pengaturan persetujuan.

  1. Menggunakan Teknologi yang Efektif

Perusahaan dapat menggunakan teknologi yang efektif. Misalnya, menggunakan perangkat lunak manajemen biaya untuk memantau biaya secara real-time dan membantu mengidentifikasi sumber-sumber biaya yang tidak perlu.

  1. Melibatkan Karyawan dalam Pengendalian Biaya

Perusahaan dapat melibatkan karyawan dengan memberikan pelatihan dan pengembangan mengenai bagaimana mengelola biaya dengan efektif.

Selain itu, perusahaan dapat memberikan insentif kepada karyawan yang dapat membantu mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional.

Kesimpulan

Biaya diskresioner merupakan biaya yang dapat dikendalikan oleh perusahaan dengan lebih fleksibel dibandingkan biaya tetap.

Hal ini bisa membantu perusahaan mencapai tujuan keuangan dan strategis dengan lebih efektif.

Namun, jika tidak dikendalikan dengan baik, ini tentunya bisa menjadi beban keuangan yang besar bagi perusahaan.

Untuk mengendalikannya, perusahaan harus mengembangkan rencana anggaran yang baik, memantau biaya secara teratur, menerapkan sistem pengendalian internal yang baik, menggunakan teknologi yang efektif, dan melibatkan karyawan dalam pengendalian biaya.

Dengan mengendalikan biaya diskresioner dengan baik, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan keuntungan, dan memperbaiki citra perusahaan.

Bagi Anda yang butuh pinjaman cepat cair, dapat ajukan Pinjaman Jaminan BPKB dan Pinjaman Jaminan Sertifikat hanya di GBMF.

Seluruh data Anda akan dibantu hingga cair tanpa perlu BI Checking dan tanpa perlu prosedur yang rumit.

Untuk kebutuhan dana yang lebih besar, namun ingin pencairan hanya 3 harian saja, Anda juga bisa manfaatkan layanan Bridging Loan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *