Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Tepat Adalah Seperti Ini

mengatur keuangan rumah tangga

Kesalahan utama mengapa Anda tidak memiliki cukup tabungan disaat krisis sebenarnya bukan karena penghasilan yang diterima namun lebih disebabkan dari cara mengatur keuangan rumah tangga yang tidak tepat.

Faktor pemenuhan keinginan juga menjadi salah satu penyebab utama mengapa sulit sekali untuk memiliki dana cadangan di rekening.

Bagi Anda yang sudah terlanjur mengalami kesulitan keuangan saat krisis ini terjadi, satu-satunya jalan yang dapat ditempuh hanyalah mencari pinjaman uang ke perusahaan finance resmi.

Kami sarankan untuk menghindari pinjaman secara personal karena itu bisa merusak hubungan pertemanan Anda.

Efek karena tidak memiliki uang memang sangat berat sekali, setiap hari kita pasti akan mudah marah, kecewa, sedih, merasa tidak berguna, malu dan merasa bersalah pada keluarga.

Tapi tidak ada kata terlambat untuk mulai fokus pada manajemen keuangan pribadi Anda dan mempelajari cara mengelola perencanaan finansial secara cerdas.

Satu hal penting yang harus Anda pahami disini ialah kita mungkin akan sulit meningkatkan penghasilan, namun sangat mudah untuk menggunakan uang secara bijaksana.

Seseorang yang mampu mengelola keuangannya cenderung lebih memiliki pikiran yang damai dan tahu bagaimana cara:

  1. Membiayai hidup mereka.
  2. Mengatur hutang supaya menjadi sesuatu yang produktif.
  3. Menabung dan berinvestasi supaya di masa depan bisa menikmati hidup.
  4. Menghilangkan rasa cemas akibat kondisi yang tidak pasti karena krisis dan lainnya.
  5. Menggunakan uang seperlunya.
  6. Menahan keinginan yang sifatnya konsumtif.

Baiklah, mari kita lanjut ke pembahasan yang lebih seru mengenai hal ini. Kami harap ini bisa menjadi informasi yang berharga bagi banyak orang.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Secara Bertahap

cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros

Sama seperti ketika kita mempelajari bahasa asing atau ingin menguasai alat musik, untuk menerapkan seluruh tahapan perencanaan finansial pun butuh latihan.

Jika segala sesuatu langsung dipaksakan begitu saja, tentu hasil akhirnya malah menjadi tidak baik dan yang lebih buruknya kita malah menjadi malas atau tak peduli lagi pada kondisi keuangan diri sendiri.

Selanjutnya kami akan menjelaskan 7 langkah yang harus ditempuh agar kehidupan Anda menjadi lebih baik kedepannya.

  1. Menetapkan Tujuan

Sebelum memulai untuk coba mengelola keuangan, Anda harus mengidentifikasikan terlebih dahulu sesuatu yang paling penting bagi dirimu.

Jika itu sudah dibuat, maka Anda telah memiliki pondasi untuk menentukan penggunaan uang secara terencana.

Ini tidak sesulit yang dipikirkan, buatlah tujuan jangka pendek terlebih dahulu seperti mulai menutup kartu kredit, menghindari tawaran pinjol untuk hal yang konsumtif, jangan mudah tergoda oleh promo dari marketplace dan hindari sering pergi ke mall.

Lalu buatlah rencana jangka panjang misalnya mulai melirik instrumen investasi, mengambil layanan asuransi untuk keluarga seperti pendidikan anak, kesehatan dan asuransi jiwa.

Fokus utama tentu pada persiapan dana darurat agar jika terjadi krisis, Anda tak perlu pusing lagi menghadapinya.

Pentingnya dana darurat baru dirasakan manfaatnya ketika kita sudah mengalami kondisi yang tidak diharapkan seperti kena PHK atau bisnis gulung tikar.

Tetapkanlah tujuan dari sekarang dan pastikan Anda selalu disiplin menjalankan apa yang sudah direncanakan.

  1. Identifikasi Pendapatan dan Pengeluaran

Cara mengatur keuangan rumah tangga selanjutnya ialah mulai fokus pada darimana uang diperoleh dan kemana saja uang tersebut dikeluarkan.

Bagi Anda yang saat ini sebagai karyawan, tentu sumber penghasilan hanya dari gaji saja, mungkin ada yang memiliki sampingan.

Buatlah catatan keuangan sederhana dengan menuliskan total penghasilan bersih lalu listing pengeluaran-pengeluaran apa saja yang wajib dibiayai perbulannya.

Biasanya pengeluaran tersebut terdiri dari biaya listrik, air, angsuran mobil atau rumah, kebutuhan belanja keluarga, bayar kontrakan, biaya sekolah, beli susu dan lainnya.

Setelah itu diselesaikan, kalau bisa semua sisa uang Anda langsung ditabungkan, jika tidak sanggup dan ingin beli sesuatu, cukup gunakan maksimal 15% dari sisanya tadi.

Yang 35% bisa dialokasikan ke berbagai instrumen investasi keuangan seperti deposito, SBR, reksadana dan emas.

Saran kami pilihlah instrumen investasi yang sifatnya likuid agar sewaktu-waktu dapat dicairkan jika hal darurat terjadi.

Apabila Anda memiliki pendapatan dari bisnis sampingan, jangan digunakan untuk berfoya-foya, lebih baik segera ditabung saja, buatlah satu akun khusus untuk menampungnya.

  1. Pisahkan Antara Keinginan dengan Kebutuhan

menahan diri agar bisa hemat

Orang selalu menghabiskan uangnya hanya untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Kita kadang selalu beralasan bahwa berbelanja dapat menghilangkan stres. Padahal tidak demikian, dalam keadaan tidak stres pun banyak orang tetap suka menghabiskan uangnya.

Kunci utama supaya bisa mengatur keuangan rumah tangga ialah mulai memisahkan antara keinginan dengan kebutuhan.

Di poin nomor dua sebelumnya sudah dijelaskan mengenai kebutuhan apa saja yang harus diprioritaskan.

Cobalah untuk menahan diri untuk tidak membeli sesuatu yang diinginkan selama tujuh hari. Percayalah dalam jangka waktu tersebut, Anda sudah tidak merasa ingin membelinya lagi.

Selalu ulang metode “ingin-tahan” tersebut jika sifat konsumtif muncul. Lakukan selama minimal 21 hari secara rutin supaya itu menjadi kebiasaan.

Jika kebiasaan sudah terbentuk, maka secara tidak sadar Anda akan mudah menerapkan pola hidup hemat.

  1. Rancang Budget Anda

siapkan dana darurat dengan menabung dan investasi

Pada umumnya kita selalu alergi pada kata budget karena terkesan ada pembatasan dalam penggunaannya.

Tenang saja, apabila Anda sudah merancang perencanaan keuangan dengan baik, seharusnya kebutuhan yang berhubungan dengan kegiatan menghilangkan stres masih tetap tersedia.

Hanya saja jumlahnya sudah mulai dibatasi, contohnya setiap sebulan sekali Anda suka jalan-jalan atau rekreasi ke luar kota bahkan luar negeri, sekarang hal itu hanya dilakukan sebanyak 3 bulan sekali.

Atau ganti tempat wisata Anda ke lokasi yang low budget, seperti yang biasanya suka ke plaza indonesia, sekarang pilih mall kelas biasa seperti tamini square.

Rancang lah anggaran Anda dengan menerapkan pola 50 40 10 ketika penghasilan bulanan sudah masuk ke rekening. Apa itu?

  • 50% dari penghasilan Anda langsung difokuskan pada hal yang berbau investasi atau tabungan.
  • 40% untuk membiayai seluruh pengeluaran rutin bulanan.
  • 10% digunakan untuk kebutuhan konsumtif misalnya beli baju baru dan lainnya.

Mungkin banyak yang bertanya apakah pola tersebut cocok diterapkan kepada yang berpenghasilan UMR?

Tentu saja bisa, namun jika biaya untuk pengeluaran rutin lebih besar, solusinya ada dua yaitu:

  1. Kurangi prosentase pengeluaran konsumtif, kalau bisa malah dibuat 0% saja.
  2. Usahakan minimal ada sisa sebesar 10% untuk ditabung atau diinvestasikan.

Loh berarti saya tidak bisa beli ini itu dong kalau begitu?

tips mengatur keuangan rumah tangga menurut islam

Yang tetap bisa kalau Anda juga mau mengurangi sifat yang suka nyicil ini itu.

Ingat, dengan penghasilan terbatas, ada hal yang perlu dikorbankan. Kecuali penghasilan Anda sudah besar, itupun tetap harus menerapkan pola diatas karena kita tahu bahwa semakin tinggi penghasilan maka semakin tinggi pula gaya hidup.

Percayalah bahwa pola 50 40 10 bisa menyelamatkan hidup Anda disaat bencana keuangan akibat krisis telah melanda.

  1. Realisasikan Rencana dengan Aksi

Mengatur keuangan rumah tangga tidak bisa dilakukan apabila tidak adanya aksi dalam perencanaan yang sudah dibuat.

Mulailah buat laporan keuangan sederhana di buku catatan atau sekarang sudah banyak aplikasi di ponsel untuk mengakomodir semua itu.

  1. Atur Biaya Tahunan

Selain pengeluaran bulanan, ada juga pengeluaran tahunan yang wajib dibayarkan seperti pajak kendaraan, pajak rumah, asuransi mobil / motor, rekreasi akhir tahun bersama keluarga tercinta, dan masih banyak lagi.

Untuk membiayai seluruh kebutuhan tersebut, Anda bisa menggunakan maksimal 30% dari dana darurat yang sudah disimpan selama ini.

Apabila ada kebutuhan mendesak, usahakan hindari menggunakan uang tabungan. Lebih baik cari fasilitas pinjaman uang dengan gadai bpkb mobil atau motor bunga rendah supaya dana darurat Anda tetap aman.

  1. Evaluasi

perencanaan keuangan yang tepat

Setiap rencana dan tindakan perlu adanya kegiatan monitoring dan evaluasi untuk memastikan cara mengatur keuangan rumah tangga bisa berjalan dengan baik.

Mungkin ada yang tidak berjalan sesuai dengan planning, tapi tidak perlu khawatir selama Anda masih on the track pada tujuan awal.

Terkadang memang ada sesuatu yang tidak dapat diprediksi sebelumnya sehingga itu bisa saja sedikit mengacaukan rencana kita.

Semoga artikel ini berguna bagi kita semua. Silakan bagikan pada yang lain ke media sosial jika dirasa bermanfaat untuk sesama.

Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *